Cincin sebagai tanda pertunangan dan perkawinan, mengapa

Cincin sebagai tanda pertunangan dan perkawinan, mengapa?

Cincin hingga detik ini adalah perwujudan dari simbol orang yang telah menikah atau mengikat pasangan dalam jalinan pertunangan.

Cincin kawin pada orang yang telah menikah biasanya dipakai pada jari manis tangan kanan, baik suami ataupun istri. Sebuah pernikahan tanpa cincin sebagai simbolnya rasanya akan kurang lengkap.

Lalu, mengapa cincin dijadikan sebagai tanda perkawinan atau pertunangan?

Hal ini berawal dari jaman kekaisaran Roma bahwa cincin adalah lambang atau simbol persatuan, kepemilikan, kesetiaan dan kekayaan. Cincin kawin atau pertunangan ini sehingga dianggap sudah menjadi tradisi atau budaya di masyarakat.

Dalam agama apapun, cincin kawin khususnya diberikan setelah kedua mempelai mengikrarkan janji atau komitmen satu sama lain.

Baca Juga : Model Cincin Tunangan

Cincin hanya digunakan sebagai keabsahan janji atau mempertegas sebuah pernyataan melalui sebuah simbol benda cincin itu. Pasalnya yang terpenting dalam sebuah perkawinan adalah ikrar janji bukan simbol-simbol pendukungnya.

Cincin pada sebuah perkawinan atau pertunangan hanyalah bagian sekunder yang artinya bukan suatu keharusan untuk menggunakannya atau tidak. Yang terpenting di sini adalah sebuah janji yang bisa menentukan sah atau tidaknya sebuah perkawinan sakral itu.

Cincin kawin sendiri adalah lambang sakral atau suci dalam sebuah perkawinan sedangkan dalam sebuah pertunangan cincin dipakai sebagai simbol untuk mengikat janji bahwa si pria serius akan menikahi gadis tersebut.

Biasanya cincin ini bisa diberikan pada saat proses lamaran dimana si pria mendatangi rumah si wanita untuk menyatakan keseriusannya. Namun, hal ini juga perlu mendapatkan ijin atau restu dari orangtua juga.

Kalau tanpa restu dari orangtua bisa saja sebuah lamaran atau pertunangan dibatalkan. Sehingga cincin yang dipakai adalah sebagai pengikat antara dua pasangan itu untuk kemudian berlanjut ke jenjang berikutnya yakni sebuah pernikahan yang sakral.

Dalam tradisi masyarakat di Indonesia sendiri, memang banyak yang menggunakan proses pertunangan atau tukar cincin sebelum nantinya berlanjut ke jenjang pernikahan.

Mungkin dengan memberikan cincin pada proses pertunangan hal ini untuk lebih memantapkan dan meyakinkan pasangan wanita bahwa pasangan prianya memang berniat atau serius ingin menjalani biduk rumah tangga bersama wanita tersebut.

Namun, terkadang ada juga yang mungkin pasangan wanitanya masih merasa ragu dan belum yakin dengan pasangan prianya sehingga membatalkan proses pertunangan.

Dalam pembatalan proses ini, cincin yang semisal sudah terlanjur diberikan boleh saja dikembalikan kepada pihak pasangan prianya dan tentunya dengan memberikan alasan yang baik-baik.

Agar orangtua dari kedua belah pihak pasangan bisa memahami dan menerima alasan dengan baik. Sehingga hubungan kekeluargaan di antara keduanya tetap baik agar tidak timbul permusuhan.

Ternyata dalam sebuah cincin perkawinan ini menyimpan banyak makna yang dalam. Arti atau makna yang terkandung memilki hubungan yang sangat erat pada pernikahan itu sendiri, secara singkat disebut juga dengan janji pernikahan.

Berikut ini akan kami informasikan beberapa makna dari cincin pernikahan:

1. Sebuah simbol lingkaran yang abadi

Baik cincin pernikahan atau cincin pertunangan ini umumnya memiliki bentuk yang bulat dan terkandung makna di dalamnya.

Bentuk dari cincin pernikahan khususnya adalah simbol yang mewakili janji cinta antara laki-laki dan perempuan serta sebuah komitmen yang tidak akan terputus.

Bentuk lingkaran sendiri memang tidak memilki awal dan juga tanpa akhir. Oleh karena itu, sebuah pernikahan pun seharusnya tidak memiliki akhir atau abadi.

Hal ini juga mengingatkan bahwa janji pernikahan Anda dan pasangan tetap abadi sampai kapanpun juga. Apapun kondisi yang diterima keadaan pasangan baik suka atau duka harus tetap mendampingi untuk selamanya.

2. Cincin sebagai simbol saling mengikat

Cincin pernikahan atau cincin pertunangan adalah sebuah lambang pengikat di antara kedua pasangan baik pria dan wanita.

Anda dan pasangan dalam hal ini khususnya akan terikat dengan janji sebuah pernikahan yang sakral dan simbolnya adalah cincin perkawinan tersebut. Janji atau komitmen tersebut maknanya adalah agar pasangan hidup setia satu sama lain selamanya.

Kemudian, dengan adanya ikatan cinta yang kuat maka Anda dan pasangan akan terus menjaga janji pernikahan Anda berdua hingga akhir hayat.

Oleh karena itu dengan adanya cincin yang tersemat di jari manis Anda dan pasangan hal ini sebagai pengingat dan pengikat jalinan cinta.

3. Cincin memiliki makna simbol hati

Hal ini sudah ada sejak zaman dahulu pada masa kekaisaran Mesir dan Romawi. Bangsa dulu meyakini bahwa pembuluh darah dari jari keempat mengarah langsung ke jantung.

Maka dari itu, mereka memutuskan bahwa jari manis merupakan jari yang tepat untuk dipakaikan cincin kawin.

Walaupun teori ini sempat dibantah, tetapi orang-orang pada zaman modern masih menganut kepercayaan ini.

Bahwasanya, cincin adalah lambang sebuah komitmen atau janji pernikahan antara Anda dengan pasangan yang tentunya diucapkan tulus dari hati Anda. Bukan hanya sebuah ucapan janji belaka atau di mulut saja.

4. Cincin sebagai simbol dari kekuatan cinta

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa cincin perkawinan kebanyakan terbuat dari logam mulia.

Hal ini dimakna bahwa logam mulia adalah logam yang awet dan bertahan lama layaknya sebuah janji pernikahan yang tidak boleh main-main.

Begitu halnya dengan logam cincin yang berarti sebuah simbol kekuatan dan keseriusan pasangan untuk mematuhi janji pernikahan mereka.

Kemudian, logam mulia juga melambangkan ketahanan pasangan dalam menjalani bahtera rumah tangga mereka. Walaupun dalam rumah tangga akan banyak tantangan, tetapi pernikahan tersebut akan tetap utuh dan terjaga kelangsungannya.

5. Simbol kepatuhan

Makna cincin yang terakhir adalah bahwa pernikahan menuntut kesetiaan dari kedua pasangan.

Maka dari itu, cincin kawin atau juga cincin pertunangan dipakai sebagai tanda bahwa pasangan saling menaati janji pernikahan dan pertunangan mereka.

Ketika pasangan saling menaati, maka pernikahan mereka pun akan menjadi seperti cincin yang bulat tanpa akhir.